Sabtu, 08 Mei 2021

Pendekatan Pluralistik Religius dalam Studi Islam

Diposting oleh A.Lila di 08.50 1 komentar
    Pada dasarnya, pluralistik religius adalah pemahaman akan adanya kemajemukan di dalam agama.  Mengapa pendekatan ini digunakan juga dalam studi Islam? Sebab, kita harus mengakui bahwa agama Islam ini adalah agama yang paling mudah dibanding agama yang lain. Sebelum ada Islam, kita tahu bahwa sudah ada agama lain yang menguasai (seperti Yahudi, Nasrani, dll). Islam adalah penyempurna dari agama-agama sebelumnya, diyakini karena teorinya paling baru. 

   Hakikat pluralisme pada dasarnya tunggal,dan yang tunggal itu bereksistensi terus tanpa henti dalam melahirkan pluralitas. Pluralisme juga mendorong kebebasan, termasuk kebebasan beragama dan merupakan salah satu pilar demokrasi. Dalam penelitian ilmu agama-agama, setidaknya ada tiga sikap keberagamaan yang dapat disebutkan, yaitu:sikap eksklusivisme, inklusivisme,dan paralelisme.

    Lalu, kenapa pluralistik religius ini perlu dipertimbangkan? Sebab, kita perlu
Contoh, di dalam tafsir At-thobary, di dalam penafsiran satu ayat melibatkan beberapa cerita-cerita Israiliyat. Kemudian di dalam Al Quran sendiri sebenarnya juga banyak diceritakan orang-orang Yahudi, Nasrani. Sehingga, Quran seolah menggambarkan bahwa Islam tidak tercabut akarnya dengan agama-agama sebelumnya. Jadi, sebagai umat Islam, kita menghargai adanya pluralitas di dalam agama. Indonesia memang mayoritas terdiri dari umat Islam, tapi juga banyak orang-orang non-Is yang mana dulu para pahlawan juga turut serta memerdekakan NKRI. Maka, ideologi paling final yang digunakan adalah Pancasila, bukan hukum Islam sebagai sumber utama. Namun, sebagaimana yang masih terjadi hingga kini, banyak kaum-kaum fanatik yang mengobrak-abrik ideologi Pancasila dengan ideologi KH1L4F4H dengan dalih berbagai macam dari sudut pandang kacamata Islam. Ah, padahal Islam sendiri sudah mengatur sedemikian rupa demi kemaslahatan umat bersama, meminimalisir madhorot demi kepentingan bersama pula. 

 

Rabu, 05 Mei 2021

Epistemologi Mistik dan Sufistik (Irfani)

Diposting oleh A.Lila di 18.50 0 komentar

    Epistemologi adalah salah satu cabang filsafat yang membahas tentang hakikat pengetahuan manusia. Epistemologi sendiri ada banyak macamnya, akan tetapi yang akan dibahas pada pertemuan kali ini adalah epistemologi mistik (yang berkaitan dengan hal gaib) dan sufistik (berkaitan dengan makrifat). 

    Epistemologi Mistik dibagi menjadi dua,yaitu mistik biasa dan mistik magis. Masing-masing tersebut memiliki cara kerja yang berbeda.

Mistik biasa di dalam Islam disebut Tasawwuf. Mistik jenis ini tidak berkaitan dengan kekuatan tertentu karena berasal dari Tuhan. Biasanya, cara untuk memperolehnya adalah dengan tawakkal (bisa berupa tirakat atau hal-hal yang lain yang mendekatkan diri kepada Allah SWT). 

Selanjutnya adalah mistik magis, mistik yang berkaitan dengan kekuatan tertentu. Ada 2 jenis mistik magis, yaitu mistik magis putih dan mistik magis hitam. Sebagaimana kita sudah ketahui pada umumnya, mistik magis putih berkaitan dengan kekuatan Ilahiyah ketika manusia memperbanyak wirid, tirakat, dan doa. Sedangkan mistik magis hitam, berpartisipasi dengan jin-jin kafir.

    Selanjutnya adalah Epistemologi Irfani (sufistik). Dalam kalangan sufial, irfan berarti al-kasyf dan al-ilham. Dilihat dari segi maknanya, dapat dilihat bahwasannya sistem pengetahuan irfani adalah sebuah sistem pengetahuan di mana sumber pengetahuannya adalah intuisi. Suatu pengetahuan diperoleh secara langsung tanpa perantara dan proses pembuktian. Ada beberapa tahapan untuk memperoleh pengetahuan irfani yaitu melalui persiapan, penerimaan, dan pengungkapan. Selainitu,di tengah kondisi zaman yang semakin modern, tidak menutup masyarakat untuk tetap mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan  mistis/mitos. Salah satucontoh mitos yang paling dekat dalam kehidupan kita yaitu adanya kepercayaan atau mitos dalam masyarakat Bugis Makasar yang sederhana. Misalnya adalah dilarangnya seseorang untuk duduk di atas bantal karena akan mengakibatkan kebisulan.

 

Catatan Alila Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review