Sabtu, 08 Mei 2021
Pendekatan Pluralistik Religius dalam Studi Islam
Rabu, 05 Mei 2021
Epistemologi Mistik dan Sufistik (Irfani)
Epistemologi adalah salah satu cabang filsafat yang membahas tentang hakikat pengetahuan manusia. Epistemologi sendiri ada banyak macamnya, akan tetapi yang akan dibahas pada pertemuan kali ini adalah epistemologi mistik (yang berkaitan dengan hal gaib) dan sufistik (berkaitan dengan makrifat).
Epistemologi Mistik dibagi menjadi dua,yaitu mistik biasa dan mistik magis. Masing-masing tersebut memiliki cara kerja yang berbeda.
Mistik biasa di dalam Islam disebut Tasawwuf. Mistik jenis ini tidak berkaitan dengan kekuatan tertentu karena berasal dari Tuhan. Biasanya, cara untuk memperolehnya adalah dengan tawakkal (bisa berupa tirakat atau hal-hal yang lain yang mendekatkan diri kepada Allah SWT).
Selanjutnya adalah mistik magis, mistik yang berkaitan dengan kekuatan tertentu. Ada 2 jenis mistik magis, yaitu mistik magis putih dan mistik magis hitam. Sebagaimana kita sudah ketahui pada umumnya, mistik magis putih berkaitan dengan kekuatan Ilahiyah ketika manusia memperbanyak wirid, tirakat, dan doa. Sedangkan mistik magis hitam, berpartisipasi dengan jin-jin kafir.
Selanjutnya adalah Epistemologi Irfani (sufistik). Dalam kalangan sufial, irfan berarti al-kasyf dan al-ilham. Dilihat dari segi maknanya, dapat dilihat bahwasannya sistem pengetahuan irfani adalah sebuah sistem pengetahuan di mana sumber pengetahuannya adalah intuisi. Suatu pengetahuan diperoleh secara langsung tanpa perantara dan proses pembuktian. Ada beberapa tahapan untuk memperoleh pengetahuan irfani yaitu melalui persiapan, penerimaan, dan pengungkapan. Selainitu,di tengah kondisi zaman yang semakin modern, tidak menutup masyarakat untuk tetap mempercayai hal-hal yang berkaitan dengan mistis/mitos. Salah satucontoh mitos yang paling dekat dalam kehidupan kita yaitu adanya kepercayaan atau mitos dalam masyarakat Bugis Makasar yang sederhana. Misalnya adalah dilarangnya seseorang untuk duduk di atas bantal karena akan mengakibatkan kebisulan.