Studi Islam adalah suatu usaha untuk mempelajari hal-hal yang ada kaitannya dengan agama Islam. Metodologi studi Islam sendiri diharapkan mampu menjadi pedoman dan pegangan hidup bagi umat Islam agar tetap menjadi muslim yang sejati agar mampu melewati tantangan dan tuntutan zaman.
Seiring berjalannya waktu, urgensi studi Islam sendiri tidak luput dari problematik umat, yaitu umat Islam masa kini dengan kondisi problematikanya & umat manusia dan peradabannya yang menyangkut masalah IPTEK.
Sebenarnya, untuk problematika yang terjadi pada umat Islam sendiri, itu terjadi sudah sejak sekian lama (baik dari faktor eksternal dan internal), yaitu sejak masa Rasulullah SAW dan masa-masa sahabat, tabiin, dan seterusnya. Umat Islam tertinggal dari banyak aspek, baik dari segi ekonomi, sosial, politik, pendidikan, dan lain sebagainya. Lalu, bagaimana cara mengatasi problematika tersebut minimal dari diri sendiri? Yaitu minimal kita harus berpikir bahwasanya Islam tidak melulu berbicara masalah agama yang menyangkut akhirat saja, tapi juga berbicara mengenai aspek-aspek seperti ekonomi, sosial, politik, teknologi, pendidikan, dan seterusnya. Hal ini memang tidak bisa mengubah citra Islam sepenuhnya, tapi menyadari betapa pentingnya hal ini, paling sedikit sudah menerapkan Islam sebagai way of life.
Sedangkan untuk ruang lingkup studi Islam sendiri, ada tiga:
1. Wilayah praktik keyakinan
2. Teori-teori terhadap wahyu, dan
3. Wilayah substansi Islam
Dari ketiga ruang lingkup di atas, bisa disimpulkan bahwa Islam berperan sebagai doktrin Tuhan yang dapat diterima secara apa adanya oleh pemeluknya, Islam sebagai gejala budaya dan historis berperan dalam pemahaman masyarakat tentang agama mereka, dan Islam sebagai interaksi sosial umat Islam.
0 komentar:
Posting Komentar